Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Minggu, 17 November 2013

" Filsafat Manusia"

 
Pada dasarnya banyak sekali asumsi tentang manusia,.. tergantung dari aspek mana dilihat / dibahas,.. dan biar adil semua kebenaranya bersifat relatif.... namun agar kita tetap konsisten berada pada ranah Filsafat yang standart,.. sebaiknya kita berawal membahas manusia secara anatomis..
Manusia adalah Mahluk Hidup yang Istimewa, karena memiliki perangkat / Install software seperti :

1. Manusia memiliki Logika (kecerdasan berpikir), untuk menentukan benar dan salah..
 
2. Manusia memiliki Etika (perangkat moral) menentukan baik dan buruk..

3. manusia memiliki Estetika yang menentukan Indah / tidaknya, bagus atau jelek dengan parameter selera..

4. manusia memiliki Fill (perasaan), hati (intuisi), bagian dari metafisika dirinya sendiri..

5. manusia memiliki anatomi Tubuh dengan methabolisme dan kebutuhan energi untuk survive..
yang semua perangkat tersebut menjadi specktrum, yang melahirkan segala aspek kehiupan ..

Sabtu, 16 November 2013

" KISAH FILSUF DAN SI PELAUT "





Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.

Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.

Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

MEMAHAMI PENDERITAAN





Mengapa kita bertanya, ”apa kebahagiaan itu”? Apakah itu pendekatan yang tepat? Apakah itu penelusuran yang tepat?

Kita tidak bahagia. Jika kita bahagia, dunia kita akan lain sama sekali; peradaban kita, budaya kita akan lain secara radikal, seluruhnya.

Kita adalah manusia yang tidak bahagia, remeh, sengsara, bergulat, angkuh, mengelilingi diri kita dengan berbagai hal yang tak berharga, sia-sia, merasa puas dengan ambisi remeh, dengan uang, dan kedudukan.

Allah memang adil

 
Di suatu siang yg amat terik, seseorang berteduh istirahat di bawah sebuah pohon buah cerri. Sambil duduk bersandar, dilihatnya buah cerri yg begitu banyak di pohon tersebut.

Tidak jauh dari tempatnya bersandar, dilihatnya ada pohon buah semangka yg subur. Buahnya pun sudah siap untuk dipanen.

Saat memandangi buah cerri, ia bergumam dalam hati:   
"Allah tidak adil, pohon cerri yg besar dan tinggi ini kok buahnya kecil-kecil, sedangkan semangka yg menjalar diatas tanah, buahnya besar. Seharusnya, pohon yg besar dan tinggi itu buahnya besar, dan pohon yg kecil dan pendek itu buahnya kecil. Terbalik ini..! Allah tidak adil..!"

Saat matanya mau terpejam karena ngantuk, tiba-tiba jatuh buah cerri tepat mengenai hidungnya. Kaget dia! Sambil memandang buah cerri yg jatuh mengenai hidungnya, dia merenung:
 
"Masya Allah...  Untung buah cerri ini kecil.. Coba kalo sebesar buah semangka, betapa sakitnya hidungku ini!"
Sambil meneruskan istirahatnya, ia bergumam dalam hati: "Allah memang adil.. Allah memang adil.. Allah memang adil. !"

Anak SD di Gresik Ciptakan Penyiram Tanaman dengan Ponsel


Fatima Ezzat dan Aurumita, siswa SD asal Gresik, pencipta penyiram tanaman dengan ponsel (VIVAnews/Tommy Adi Wibowo VIVAnews -Dua orang anak siswa kelas lima di Sekolah Dasar Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur, berhasil menciptakan alat penyiram tanaman dengan ponsel.Konsep bernama Autopot ini memanfaatkan ponsel bekas untuk menyiram tanaman di mana dan kapan saja. Sistemnya memindahkan energi kimia menjadi energi listrik dan gerak.

Ada Beribu Cinta di Balik Kedua Tangan Ibumu



Seorang pemuda melamar pekerjaan sebagai manager di sebuah perusahaan besar. Ia lolos semua tes dan interview, hingga tiba saatnya ia berhadapan langsung dengan direktur di interview terakhirnya.

Sang direktur melihat CV yang cemerlang. Ada nilai akademis yang mengagumkan. Direktur pun bertanya, "Apakah Anda menerima beasiswa di sekolah?" Pemuda itu menjawab, "Tidak."

"Apakah ayahmu membayar uang sekolah Anda?" tanya direktur itu lagi. "Ayah saya meninggal saat satu berusia satu tahun. Ibu sayalah yang membayar semua biaya sekolah," jawab pemuda itu.

"Ibu Anda bekerja di mana?" tanya Pak Direktur.

"Ibu saya seorang tukang cuci baju," jawab pemuda tersebut.

Jumat, 15 November 2013

Keterbasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi

Pelajaran berharga yang kita petik dari beberapa orang yang inspiratif yang memiliki banyak karya yang sampai sekarang masih senantiasa bisa kita nikmati, namun mempunyai 'maaf'' fisik tidak sempurna ataupun cacat. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan begitu juga mereka, mereka bisa memanfaatkan apa yang mereka miliki untuk menciptakan suatu karya yang indah dan patut untuk dijadikan teladan, dan belum tentu kita yang mempunyai fisik sempurna bisa menyamai prestasi mereka. Berikut orang orang tersebut :

1. Helen Keller (Buta dan Tuli )Helen Adamns Keller adalah seorang penulis, aktivis politik dan pengajar asal Amerika. Ia juga orang buta tuli pertama yang berhasil menyelesaikan kuliah seni, berkat jasa gurunya, Annie Sullivan yang berhasil mengajarkan Helen cara berkomunikasi tanpa bahasa. Ia mengajarkan Helen untuk berkomunikasi dengan mengeja huruf pada tangannya, dimulai dari huruf D-O-L-L untuk boneka yang diberikan oleh Sullivan untuk Helen pada hari ulang tahunnya. Helen juga ikut aktif mengkampanyekan hak wanita untuk memilih di pemilu, hak buruh, dan sosialisme. Pada tahun 1920, ia membantu pendirian American Civil Liberties Union (ACLU). Keller telah bertemu semua presiden amerika sejak Grover Cleveland sampai Lyndon B. Johnson. Ia juga merupakan teman baik dari beberapa figur kenamaan termasuk Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin, dan Mark Twain.

Subhanallah ... Kasih Sayang Seorang Ibu Untuk Anaknya


Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang diri membesarkan anaknya, dan disaat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya:
" Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".