Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Alquran Melunakkan Hati Manusia Yang Keras


Kisah berikut ini adalah kisah tentang seseorang yang memiliki hati yang keras, mudah membunuh, zalim, dan sifat-sifat kejam lainnya, kisah ini adalah kisah Hajjaj bin Yusuf.
Hajjaj adalah gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim dan sangat mudah menumpahkan darah rakyatnya. Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Alquran.” Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang ia hilangkan adalah seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H.

Sabtu, 16 November 2013

" KISAH FILSUF DAN SI PELAUT "





Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.

Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.

Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

Allah memang adil

 
Di suatu siang yg amat terik, seseorang berteduh istirahat di bawah sebuah pohon buah cerri. Sambil duduk bersandar, dilihatnya buah cerri yg begitu banyak di pohon tersebut.

Tidak jauh dari tempatnya bersandar, dilihatnya ada pohon buah semangka yg subur. Buahnya pun sudah siap untuk dipanen.

Saat memandangi buah cerri, ia bergumam dalam hati:   
"Allah tidak adil, pohon cerri yg besar dan tinggi ini kok buahnya kecil-kecil, sedangkan semangka yg menjalar diatas tanah, buahnya besar. Seharusnya, pohon yg besar dan tinggi itu buahnya besar, dan pohon yg kecil dan pendek itu buahnya kecil. Terbalik ini..! Allah tidak adil..!"

Saat matanya mau terpejam karena ngantuk, tiba-tiba jatuh buah cerri tepat mengenai hidungnya. Kaget dia! Sambil memandang buah cerri yg jatuh mengenai hidungnya, dia merenung:
 
"Masya Allah...  Untung buah cerri ini kecil.. Coba kalo sebesar buah semangka, betapa sakitnya hidungku ini!"
Sambil meneruskan istirahatnya, ia bergumam dalam hati: "Allah memang adil.. Allah memang adil.. Allah memang adil. !"