Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

Allah memang adil

 
Di suatu siang yg amat terik, seseorang berteduh istirahat di bawah sebuah pohon buah cerri. Sambil duduk bersandar, dilihatnya buah cerri yg begitu banyak di pohon tersebut.

Tidak jauh dari tempatnya bersandar, dilihatnya ada pohon buah semangka yg subur. Buahnya pun sudah siap untuk dipanen.

Saat memandangi buah cerri, ia bergumam dalam hati:   
"Allah tidak adil, pohon cerri yg besar dan tinggi ini kok buahnya kecil-kecil, sedangkan semangka yg menjalar diatas tanah, buahnya besar. Seharusnya, pohon yg besar dan tinggi itu buahnya besar, dan pohon yg kecil dan pendek itu buahnya kecil. Terbalik ini..! Allah tidak adil..!"

Saat matanya mau terpejam karena ngantuk, tiba-tiba jatuh buah cerri tepat mengenai hidungnya. Kaget dia! Sambil memandang buah cerri yg jatuh mengenai hidungnya, dia merenung:
 
"Masya Allah...  Untung buah cerri ini kecil.. Coba kalo sebesar buah semangka, betapa sakitnya hidungku ini!"
Sambil meneruskan istirahatnya, ia bergumam dalam hati: "Allah memang adil.. Allah memang adil.. Allah memang adil. !"

Ada Beribu Cinta di Balik Kedua Tangan Ibumu



Seorang pemuda melamar pekerjaan sebagai manager di sebuah perusahaan besar. Ia lolos semua tes dan interview, hingga tiba saatnya ia berhadapan langsung dengan direktur di interview terakhirnya.

Sang direktur melihat CV yang cemerlang. Ada nilai akademis yang mengagumkan. Direktur pun bertanya, "Apakah Anda menerima beasiswa di sekolah?" Pemuda itu menjawab, "Tidak."

"Apakah ayahmu membayar uang sekolah Anda?" tanya direktur itu lagi. "Ayah saya meninggal saat satu berusia satu tahun. Ibu sayalah yang membayar semua biaya sekolah," jawab pemuda itu.

"Ibu Anda bekerja di mana?" tanya Pak Direktur.

"Ibu saya seorang tukang cuci baju," jawab pemuda tersebut.